Tentu saja mengejutkan menyaksikan Inter Milan dikalahkan Atalanta dengan skor cukup mencolok: 1-3. Performa Inter, terutama di babak pertama, amatlah buruk. Mudah sekali Atalanta membobol Inter, teramat mudah bahkan.
Inter bermain lebih baik di babak kedua, buktinya Ibrahimovic bisa bikin gol. Tapi, Inter sebenarnya bisa kebobolan lebih banyak. Atalanta tetap mengancam. Terlihat, lini pertahanan Inter amat mudah digoyang. Atalanta kurang beruntung di babak kedua sehingga mereka tak mampu membikin gol.
Ini tentu cukup memalukan bagi Inter dan Mourinho. Tapi, saya cenderung setuju dengan komentar Jazvier Zanetti, bahwa: siapa saja bisa mengalami hari buruk!
Ya, itu memang misteri sepakbola. Sukar diduga bagaimana Manchester United bisa kalah dari Derby County di first-leg semifinal Carling Cup. Mungkin sama mengejutkannya dengan Chelsea yang dikoyak-koyak anak-anak Ferguson dengan tiga gol tanpa balas. Tapi, begitulah sepakbola, seperti halnya begitulah hidup.
Akan selalu ada hari buruk yang mendatangkan kepahitan yang sukar dipahami. Tidak ada orang yang bisa memperkirakan kapan hari buruknya itu datang. Semuanya datang dengan tiba-tiba. Ada banyak hal dalam sepakbola, juga dalam hidup, hal-ihwal yang tak bisa dikalkulasi. Hidup dan sepakbola memang penuh misterium.
Satu-satunya yang bisa dilakukan adalah bersikap secara tepat terhadap hari buruk yang membawa hasil naas. Penting untuk menyikapi hal itu secara wajar dan positif. Manajer klub perlu untuk melihat gambar besar dari performa klubnya, bukan cuma menilik pertandingan yang naas saja, termasuk akumulasi keletihan, melorotnya spirit, selain kesalahan strategi, dll.
Mourinho cukup pintar untuk bersikap di tengah situasi macam ini.